Lihat Berdasarkan Tanggal
Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau
Pendidikan  

Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

Sektor industri menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional pada 2025 sekaligus menyerap lebih dari 40 persen konsumsi energi nasional. Besarnya peran tersebut mendorong kebutuhan akan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan kimia hijau (green chemistry) untuk mengoptimalkan sumber daya sekaligus menekan limbah dan bahan berbahaya.

Universitas Pertamina Dukung Hilirisasi Energi Perkuat Riset dan Inovasi
Pendidikan  

Universitas Pertamina Dukung Hilirisasi Energi Perkuat Riset dan Inovasi

Pemerintah menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan nilai investasi mencapai Rp618,13 triliun. Proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari minyak dan gas, petrokimia, hingga energi terbarukan. Dalam agenda ini, perguruan tinggi turut memiliki peran melalui pengembangan riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan industri dan mendorong terciptanya nilai tambah.

Pakar Bioenergi UPER Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien
Pendidikan  

Pakar Bioenergi UPER Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien

Di tengah upaya mempercepat transisi energi, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan karet alam sebagai sumber biohidrokarbon. Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia dengan produksi sekitar 2,6 juta ton per tahun, pengembangan teknologi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Namun, proses produksinya masih membutuhkan banyak uji coba untuk menemukan kondisi yang paling optimal.

Pakar UPER: Besarnya Dampak Gempa di Venezuela Dipengaruhi oleh Fenomena Seismic
Pendidikan  

Pakar UPER: Besarnya Dampak Gempa di Venezuela Dipengaruhi oleh Fenomena Seismic

Fenomena gempa ganda (seismic doublet) yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/06) waktu setempat menjadi perhatian para ahli karena tergolong sangat langka. Rangkaian dua berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang 39 detik menewaskan sedikitnya 1.943 orang, melukai lebih dari 10 ribu orang, serta memaksa lebih dari 15 ribu warga mengungsi berdasarkan laporan otoritas setempat hingga 30 Juni.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.