Gempita peringatan Hari Kartini pada 21 April mungkin telah berlalu, namun spirit perjuangannya tidak pernah benar-benar berhenti. Jika dahulu Kartini berjuang membuka pintu pendidikan bagi perempuan, kini para penerusnya melintasi pintu tersebut untuk menjawab tantangan global yang paling mendesak: krisis iklim dan kemandirian energi. Sumbangsih intelektual perempuan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi kekuatan utama yang terukur secara global.
Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Gempita peringatan Hari Kartini pada 21 April mungkin telah berlalu, namun spirit perjuangannya tidak pernah benar-benar berhenti. Jika dahulu Kartini berjuang membuka pintu pendidikan bagi perempuan, kini para penerusnya melintasi pintu tersebut untuk menjawab tantangan global yang paling mendesak: krisis iklim dan kemandirian energi. Sumbangsih intelektual perempuan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi kekuatan utama yang terukur secara global.
