Berita  

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, Indonesia menggantungkan ketahanan pesisirnya pada ekosistem mangrove. Namun, benteng alami ini sedang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Masifnya alih fungsi lahan, abrasi, hingga tingginya intensitas pencemaran limbah menyebabkan sedikitnya 1,8 juta hektare kawasan pesisir Indonesia berada dalam kondisi kritis dan memerlukan rehabilitasi.

Mahasiswa Universitas Pertamina Kembangkan Alat Pantau Mangrove untuk Jaga Pesisir, Raih Silver Medal Nasional
Berita  

Mahasiswa Universitas Pertamina Kembangkan Alat Pantau Mangrove untuk Jaga Pesisir, Raih Silver Medal Nasional

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, Indonesia menggantungkan ketahanan pesisirnya pada ekosistem mangrove. Namun, benteng alami ini sedang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Masifnya alih fungsi lahan, abrasi, hingga tingginya intensitas pencemaran limbah menyebabkan sedikitnya 1,8 juta hektare kawasan pesisir Indonesia berada dalam kondisi kritis dan memerlukan rehabilitasi.

Sidang Terbuka Wisuda XIV, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Berita  

Sidang Terbuka Wisuda XIV, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Dinamika geopolitik global saat ini memicu ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional. Di tengah ketergantungan pada energi fosil yang masih mencapai 85,36 persen dan keterbatasan produksi domestik, setiap gejolak global memaksa Indonesia melakukan diversifikasi impor demi mengamankan kedaulatan bangsa. Realitas makro inilah yang membuat agenda transisi menuju bauran energi berkelanjutan menjadi tantangan strategis yang sangat kompleks bagi masa depan industri nasional.

Bareskrim Polri: Hasil Investigasi Awal Blackout di Sumatera, Karena Faktor Teknis dan Cuaca Ekstrem, tidak Ada Unsur Sabotase
Berita  

Bareskrim Polri: Hasil Investigasi Awal Blackout di Sumatera, Karena Faktor Teknis dan Cuaca Ekstrem, tidak Ada Unsur Sabotase

Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) menyampaikan hasil investigasi awal terkait gangguan sistem kelistrikan atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Hasil sementara menyebut gangguan diduga dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem, serta dipastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.