Berita  

Peringatan Hari Bumi 22 April lalu menjadi titik balik untuk mengevaluasi langkah nyata Indonesia dalam menghadapi krisis iklim. Laporan STOP Methane Project dari UCLA (2025) mengungkap fakta mengejutkan: lokasi pembuangan sampah di Jakarta terdeteksi satelit sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dalam kategori fasilitas limbah global. Gas metana yang dilepaskan dari tumpukan sampah organik ini memiliki kekuatan memanaskan bumi hingga 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2​).

Pakar Universitas Pertamina Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia
Berita  

Pakar Universitas Pertamina Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Peringatan Hari Bumi 22 April lalu menjadi titik balik untuk mengevaluasi langkah nyata Indonesia dalam menghadapi krisis iklim. Laporan STOP Methane Project dari UCLA (2025) mengungkap fakta mengejutkan: lokasi pembuangan sampah di Jakarta terdeteksi satelit sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dalam kategori fasilitas limbah global. Gas metana yang dilepaskan dari tumpukan sampah organik ini memiliki kekuatan memanaskan bumi hingga 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2​).

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa
Berita  

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi industri menjadi salah satu jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia dan upaya besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada, groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.

Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Berita  

Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir

Gempita peringatan Hari Kartini pada 21 April mungkin telah berlalu, namun spirit perjuangannya tidak pernah benar-benar berhenti. Jika dahulu Kartini berjuang membuka pintu pendidikan bagi perempuan, kini para penerusnya melintasi pintu tersebut untuk menjawab tantangan global yang paling mendesak: krisis iklim dan kemandirian energi. Sumbangsih intelektual perempuan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi kekuatan utama yang terukur secara global.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.