Berita  

Dinkes Pemalang Gelar Forum Konsultasi Publik: Jaring Aspirasi, Perkuat Sinergi, Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Dinkes Pemalang Gelar Forum Konsultasi Publik: Jaring Aspirasi, Perkuat Sinergi, Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Pemalang, haluanpublik.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Avicenna Dinas Kesehatan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan masyarakat, guna menyelaraskan arah kebijakan pelayanan kesehatan dengan kebutuhan nyata warga.

Acara dihadiri berbagai elemen pemangku kepentingan: perwakilan OPD, jajaran lurah, Forum Pemalang Sehat, organisasi kemasyarakatan (NU, Muhammadiyah), Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (ASPAK), akademisi perguruan tinggi, Kepala Sekolah SMK Negeri dan Swasta, Kepala Puskesmas, hingga insan media.

Kepala Dinas Kesehatan Pemalang, Wiji Mulyati, S.KM., membuka acara dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Forum ini bertujuan untuk menjaring masukan dan menyelaraskan tugas dan fungsi Dinkes dengan kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Lingkungan & Perilaku: Kunci Utama Derajat Kesehatan

Dalam paparan materi, disampaikan empat faktor penentu derajat kesehatan masyarakat — lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan genetik. Dua faktor pertama, lingkungan dan perilaku, ditegaskan sebagai determinan paling dominan yang mempengaruhi kondisi kesehatan warga Pemalang.

Pemalang kini telah didukung jaringan fasilitas kesehatan yang lengkap:

– FKTP: 25 Puskesmas di 14 kecamatan (termasuk Rawat Inap & Rawat Jalan), didukung Puskesmas Pembantu.
– FKTL: 9 Rumah Sakit mitra (1 RSUD Pemalang & 8 RS Swasta).

Dinkes mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan bukan hanya saat sakit, melainkan untuk tindakan pencegahan seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi. Masyarakat juga diingatkan untuk konsisten menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna mencegah peningkatan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Sinergi Lintas Sektor: Higiene Pangan & Pendidikan

Forum ini juga menyoroti pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Pelatihan Keamanan Pangan (PKP) bagi pelaku UMKM makanan dan minuman. Di sektor pendidikan, Dinkes menegaskan keterbukaannya terhadap program magang dan penelitian mahasiswa/siswa, dengan harapan lahir solusi konkret bagi peningkatan kesehatan daerah.

“Melalui diskusi interaktif ini, kita merumuskan rekomendasi strategi pelayanan publik. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan bagi Pemalang dalam mewujudkan visi daerah yang lebih baik dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkas Wiji Mulyati.

(Eko B Art)