Berita  

Transisi otomotif nasional tidak bisa bertumpu pada satu teknologi saja. Indonesia perlu menerapkan pendekatan beragam yang memadukan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan opsi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor. Demikian ditegaskan Guru Besar Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER), Prof. Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo, M.Eng., dalam keterangannya, Rabu (21/10).

Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau
Pendidikan  

Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

Sektor industri menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional pada 2025 sekaligus menyerap lebih dari 40 persen konsumsi energi nasional. Besarnya peran tersebut mendorong kebutuhan akan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan kimia hijau (green chemistry) untuk mengoptimalkan sumber daya sekaligus menekan limbah dan bahan berbahaya.

Pakar Bioenergi UPER Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien
Pendidikan  

Pakar Bioenergi UPER Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien

Di tengah upaya mempercepat transisi energi, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan karet alam sebagai sumber biohidrokarbon. Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia dengan produksi sekitar 2,6 juta ton per tahun, pengembangan teknologi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Namun, proses produksinya masih membutuhkan banyak uji coba untuk menemukan kondisi yang paling optimal.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.