Depok, haluanpublik.com – Mengambil tempat bertanding (venue) di gedung PGRI Kota Depok di kawasan GDC-Kelurahan Tirtajaya, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga catur untuk siswa sekolah dasar (SD) se-kota Depok berjalan sukses dihelat pada Rabu 20 Mei 2026).
Sebanyak 19 atlet putera-puteri yang menjadi duta dari Kecamatan-kecamatan yang ada di kota ini beradu otak di papan catur.
“Tahun 2026 ini sebanyak 11 Kecamatan yang ada di Depok kecuali Kecamatan Sawangan mengirimkan atlitnya dalam turnamen sistem Swiss Empat babak,” terang Faiz Indrawan yang menjadi wasit kepala.
Menurut Faiz yang berlisensi wasit Percasi ini, dengan mengenalkan sistem dan peraturan resmi yang berlaku umum untuk olahraga catur ini, berarti memberikan edukasi tidak saja pada atlet muda, tapi sekaligus kepada orangtua, atau guru yang mendampingi para atlit yang berlaga.
” Dengan memberikan penjelasan dan pemahaman yang baik kepada atlit, orangtua, ataupun para guru yang mendampingi, maka hasil kompetisi yang kita laksanakan bisa diterima oleh semua pihak,” ujar Faiz yang berpengalaman menjadi wasit di berbagai kompetisi regional dan nasional ini.
Mengenalkan olahraga catur beserta peraturan permainan dan sistem pertandingan ini yang menjadi fokus Faiz dalam technikal meeting yang dilakukan sebelum pertandingan, Sehingga ajang turnamen catur tingkat SD ini berjalan dengan baik dan lancar yang didukung penuh oleh perangkat pertandingan (Wasit Pembantu) dari Pengurus Cabang (Pengcab) Percasi kota Depok.
Seperti diakui oleh Gunawan, Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) kota Depok yang menyatakan di tingkat SD tidak semua siswa tertarik dengan olahraga ini.
“Kita terus berupaya supaya minimal setiap sekolah ada siswa dan siswi yang bisa memainkan bidak catur dan bisa tampil di ajang seperti O2SN ini,” tukasnya.
Karenanya, ia berharap para siswa-siswi SD ini bisa bergabung di klub atau komunitas catur yang banyak tersebar di se-antero kota ini.
“Dengan bergabung pada klub catur, mereka akan lebih baik lagi, bisa menempa diri dan bisa berprestasi lebih lagi,” saran Gunawan.
Menurutnya, akan ada banyak kemudahan apabila siswa SD yang berprestasi di olahraga termasuk catur ini apabila ingin melanjutkan pendidikan selanjutnya di sekolah menengah Pertama (SMP).
“Kalau siswa itu berprestasi di olahraga yang digeluti, bisa masuk sekolah negeri melalui jalur prestasi,” terangnya lagi.
Terkait kepesertaan di ajang O2SN cabor catur ini, Gunawan menyatakan para siswa-siswi yang bertanding, mereka telah melalui seleksi di tingkat kecamatan masing-masing.
“Jadi yang sekarang mengikuti kegiatan di tingkat kota Depok ini adalah para pemenang di tingkat kecamatan,” terangnya lagi.
Sejauh ini, lanjut Gunawan memang olah raga catur dalam pelaksanaan O2SN hanya ditingkat kota saja, tak berlanjut ke tingkat provinsi seperti beberapa cabor lain.
Ia berasumsi, mungkin sekarang di pemerintahan sedang banyak dilakukan efisiensi, tapi setidaknya pihaknya telah berupaya olahraga catur ini sudah sampai dipertandingkan di ajang O2SN tingkat kota.
“Ini lho, peserta catur dari tingkat SD sudah ada, tinggal nanti pembinaannya seperti apa,” ujarnya.
Karenanya, ia berharap dimasa mendatang akan ada kerjasama yang lebih baik lagi dengan Pengcab cabor yang dipertandingkan diperhelatan O2SN ini.
Ia tak memungkiri, selama ini hasil dari pelaksanaan O2SN baru sebatas penyediaan data siswa-siswi yang berprestasi di ajang ini.
“Itu sebagai jembatan bagi pengurus setiap cabor yang ada di Depok,” ujarnya.
Tapi dimasa mendatang Gunawan berharap, akan ada koordinasi atau bahkan kolaborasi antara disdik, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) dan juga Pengcab untuk menjaring atlet yang potensial dan berprestasi yang bisa mewakili kota Depok di ajang provinsi.
“Kita bisa memadu-padankan kegiatan antara berbagai pihak ini agar tujuan pelaksanaan O2SN di kota ini bisa tercapai yakni memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai minat dan bakat di bidang olahraga bisa menggapai prestasi,” tutupnya.
Adapun di kategori Putera-Puteri yang berhasil menjadi juara adalah sbb:
Kategori Putera :
1. Aryasatya Luhur Pambudi -Tapos
2. Andrew Zefano Seragih – Beji
3. Muhammad Hadzig Arianto – Bojongsari
Kategori Puteri :
1. Fathiyya Azahra – Beji
2. Haren Hartati – Cinere
3. Eugenia Graceline LG – Cimanggis
(Asliatama A.)












