Tujuh Sekolah Wakili Petarukan, Siap Tampil Maksimal di FTBI Tingkat Kabupaten Pemalang 2026

Tujuh Sekolah Wakili Petarukan, Siap Tampil Maksimal di FTBI Tingkat Kabupaten Pemalang 2026

Pemalang, haluanpublik.com – Sebanyak tujuh perwakilan sekolah dari Kecamatan Petarukan resmi dilepas untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Aula SDN 1 Iser, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri pengurus K3S Kecamatan Petarukan, guru pendamping, pelatih, serta para peserta yang akan membawa nama baik daerah di ajang yang dipusatkan di Kompleks SD Pagergunung 1 dan 2, Kecamatan Ulujami.

Suyat, Penanggung Jawab FTBI Petarukan sekaligus perwakilan K3S, menyampaikan harapan agar anak-anak dapat tampil sehat, maksimal, dan meraih prestasi terbaik.

“Kami berharap anak-anak berkontribusi, diberikan kesehatan, dan tampil sebaik mungkin. Mudah-mudahan ada yang meraih juara,” ujarnya.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Pada tahun lalu, kontingen Petarukan berhasil menembus tingkat Provinsi Jawa Tengah. Meski diisi wajah-wajah baru, semangat untuk mengulang kesuksesan tetap membara.

Tujuh sekolah yang mewakili Kecamatan Petarukan:

– SD Negeri Petarukan 5
– SD Negeri Tegalmlati 2
– SD Negeri Loning 6
– SD Negeri Bulu 3
– SD Negeri Kendaldoyong 3
– SD Negeri Iser 1
– SD Negeri Kendaldoyong 5

Suyat menegaskan bahwa persaingan di tingkat kabupaten sangat ketat. Dukungan dan doa dari orang tua, guru, serta kepala sekolah menjadi kunci utama agar anak-anak dapat tampil percaya diri dan menghasilkan prestasi membanggakan.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Petarukan, Yatin, menyampaikan rasa syukur atas kesiapan seluruh peserta dan tim pendamping. Kontingen Petarukan dijadwalkan tampil pada urutan kelima di setiap mata lomba, bersaing dengan perwakilan dari 14 kecamatan se-Kabupaten Pemalang.

“Sebelum berangkat Rabu mendatang, mintalah doa restu kepada orang tua agar diberikan kemudahan dan kelancaran,” pesan Yatin.

Dalam kesempatan tersebut, K3S juga menyerahkan bantuan uang transport secara simbolis kepada para peserta dan pendamping. Acara ditutup dengan doa bersama dan pelepasan resmi kontingen.

(Eko B Art)