Depok, haluanpublik.com – Eskalasi masalah di Kota Depok bukan lagi sekadar isu, melainkan realitas yang dirasakan langsung masyarakat. Kesenjangan sosial antara masyarakat kelas menengah ke bawah dengan para pemegang kebijakan dinilai semakin terasa lebar, hingga warga seolah merasa menjadi orang asing di tanah kelahiran mereka sendiri.
Pernyataan ini disampaikan Ketua LAPBAS (Laskar Pendekar Banten Sejati) Kota Depok, Amir Yudi, saat ditemui di Jalan Raya Bogor, Rabu (14/10/2026).
“Ada jurang pemisah yang sangat dalam antara rakyat dengan penguasa pemilik kebijakan di kota ini. Jangan sampai warga Depok merasa terpinggirkan dan menjadi tamu di rumah sendiri,” tegas Yudi.
Yudi menyoroti kondisi kehidupan masyarakat yang kian terhimpit di tengah pembangunan yang terus berjalan. Ia juga menyayangkan transisi kepemimpinan yang diharapkan membawa perubahan, justru belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
Selain mengkritik, Yudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu. Ia menyadari masih ada ketidakkekompakan antar elemen dalam menyuarakan aspirasi.
“Kita harus solid. Jika kita terpecah, suara rakyat akan semakin mudah diabaikan oleh para pembuat kebijakan,” pungkasnya.
Kritik ini diharapkan menjadi peringatan bagi pemangku kebijakan untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat, sebelum rasa memiliki warga terhadap kotanya perlahan hilang. (Red)













