Depok, haluanpublik.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pelatih voli berinisial AMR alias Acong membawa dampak serius bagi citra klub voli di Kota Depok. Menanggapi hal tersebut, Ketua dan Pemilik GOR RHI, H. Rokhmadi, akhirnya angkat bicara melalui konferensi pers. Ia mengumumkan pergantian nama klub dari KVC menjadi RHI (Raffly Hdpe Indonesia) sebagai langkah pemulihan kepercayaan publik dan komitmen pencegahan kekerasan.
Rokhmadi menjelaskan bahwa pihaknya baru mengetahui detail kejadian tersebut satu bulan setelah insiden terjadi. Sebagai respons awal, manajemen telah membekukan aktivitas klub sementara menunggu hasil investigasi dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).
“Kami sebagai ketua dan pemilik GOR baru tahu satu bulan setelah kejadian. Kami tidak mengetahui persis kronologi saat itu karena terjadi di luar pengawasan langsung kami,” ujar Rokhamdi saat ditemui di GOR RHI, Depok, Selasa (14/07/2026).
Pemberhentian Pelatih dan Pengetatan Keamanan
H. Rokhmadi menegaskan bahwa Acong telah resmi dinonaktifkan sebagai pelatih sejak 6 Juni 2026. Hingga hari ini, konsep pemberhentian secara permanen telah disiapkan mengingat banyaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan.
“Per hari ini, kami sudah memberikan peringatan keras dan melarangnya untuk melatih di GOR ini lagi. Karena selalu melanggar, maka kami hentikan,” tegasnya.
Mencegah terulangnya kejadian serupa, klub akan berganti nama menjadi RHI ini akan menerapkan standar keamanan yang lebih ketat. Langkah-langkah tersebut meliputi penambahan instalasi CCTV di seluruh area latihan, penerapan AD/ART yang lebih ketat bagi pelatih, serta kemungkinan adanya tes psikologi atau latar belakang bagi calon pelatih baru.
Menurut H. Rokhmadi, keputusan untuk mengganti nama klub dan memperbarui sistem manajemen telah mendapat persetujuan dari seluruh keluarga korban. Hal ini dinilai penting untuk memisahkan identitas klub dari stigma negatif akibat kasus yang menimpa pelatih sebelumnya.
“Dengan adanya nama baru, seluruh keluarga korban sudah setuju. Ini bentuk tanggung jawab moral kami,” tambahnya.
Sebagai informasi saat ini, tercatat ada sekitar 80 atlet aktif dan 200 atlet terdaftar di bawah naungan klub tersebut. Rokhmadi berharap dengan pergantian club ini, para atlet yang telah meraih berbagai prestasi dapat terus berkembang dalam lingkungan yang aman dan kondusif.(Den)












