Berita  

Kendaraan Listrik Saja Tidak Cukup, UPER Serukan Diversifikasi Energi Otomotif

Kendaraan Listrik Saja Tidak Cukup, UPER Serukan Diversifikasi Energi Otomotif

Jakarta, haluanpublik.com – Transisi otomotif nasional tidak bisa bertumpu pada satu teknologi saja. Indonesia perlu menerapkan pendekatan beragam yang memadukan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan opsi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor. Demikian ditegaskan Guru Besar Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER), Prof. Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo, M.Eng., dalam keterangannya, Rabu (21/10).

“Meskipun kendaraan listrik memiliki peluang besar, Indonesia tidak boleh berhenti sekadar menjadi pemasok bahan mentah. Nilai tambah dari pengolahan dan pengembangan teknologinya harus dibangun di dalam negeri. Karena itu, diperlukan pendekatan multi-jalur, membuka berbagai pilihan teknologi dan sumber energi yang disesuaikan dengan karakteristik tiap sektor,” ujar Prof. Iman.

Pendekatan ini didasari kebutuhan yang berbeda antar-kendaraan. Kendaraan penumpang dan sepeda motor di perkotaan lebih cocok menggunakan tenaga listrik, mengingat jarak tempuh yang relatif pendek dan ketersediaan infrastruktur pengisian. Sebaliknya, truk, bus, dan alat berat yang beroperasi jarak jauh dapat memanfaatkan biodiesel, memanfaatkan jaringan distribusi bahan bakar yang sudah ada.

Pengembangan bahan bakar nabati pun perlu diperluas, tidak hanya bergantung pada sawit, tetapi juga tanaman seperti jarak pagar, nyamplung, dan kemiri sunan. Namun, setiap pilihan energi harus melalui penilaian dampak lingkungan menyeluruh menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA), mencakup siklus dari bahan baku hingga penggunaan akhir.

Sejalan dengan itu, Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar pengelolaan sumber daya, melainkan ketersediaan talenta yang mampu mengembangkannya.
Kita butuh generasi yang berkompeten meningkatkan nilai tambah sumber daya dan membangun industri energi berkelanjutan. Melalui penguatan peminatan Energi Terbarukan di Program Studi Teknik Mesin UPER, kami berharap dapat memperkuat kapasitas tenaga ahli yang dibutuhkan bangsa,” ungkap Prof. Ichsan. (Deni)