Berita  

YLBH Hadirkan Bantuan Hukum untuk Warga di HUT Kota Depok ke-27

YLBH Hadirkan Bantuan Hukum untuk Warga di HUT Kota Depok ke-27

Depok, haluanpublik.com– Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tidak sekadar dirayakan dengan seremoni. Sejumlah pihak mulai menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga, salah satunya melalui akses bantuan hukum gratis.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Kami Ada bersama Kantor Hukum Andi Tatang Supriyadi & Rekan menghadirkan layanan konsultasi hukum tanpa biaya bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari kontribusi dalam memastikan warga, khususnya kalangan kurang mampu, memperoleh akses keadilan.

Ketua YLBH Kami Ada, Andi Tatang Supriyadi, mengatakan bahwa layanan ini sengaja diperkuat bertepatan dengan HUT Depok sebagai bentuk komitmen menghadirkan keadilan yang inklusif.

“Perayaan HUT Kota Depok harus memberi dampak nyata. Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bantuan hukum,” ujar Andi dalam keterangannya, Sabtu (25/04/2026).

Layanan konsultasi hukum gratis dibuka setiap Jumat pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Graha Widia, Jalan Kavling BRI No. A3/6, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok. Warga dapat datang langsung dengan membawa dokumen terkait atau mendaftar melalui layanan telepon dan WhatsApp, jelas Andi.

Menurut Andi, layanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada pendampingan perkara, tetapi juga mencakup edukasi hukum. Hal ini penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sehingga tidak mudah dirugikan.

Layanan yang disediakan meliputi berbagai bidang, seperti perkara pidana dan perdata, sengketa keluarga, ketenagakerjaan, perpajakan, hingga konflik pertanahan. Setiap laporan akan dianalisis lebih dulu untuk menentukan langkah penyelesaian, baik melalui mediasi maupun jalur pengadilan.

Kami Ada juga berencana memperluas jangkauan layanan melalui penguatan jaringan advokat dan edukasi berbasis komunitas. Dengan langkah ini, HUT ke-27 Kota Depok diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga simbol hadirnya keadilan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. (Dn)