Investasi energi global diproyeksikan mencapai US$3,4 triliun pada 2026 menurut International Energy Agency (IEA). Di tengah ketidakpastian geopolitik dan transisi energi, perusahaan perlu memitigasi risiko kerusakan aset, lonjakan biaya, hingga gangguan operasional yang dapat menurunkan nilai investasi. Untuk itulah, penerapan ilmu aktuaria kini menjadi pendekatan strategis yang diperkenalkan Universitas Pertamina (UPER).
Program Studi Sains Aktuaria
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

