Palembang, haluanpublik.com – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memperkuat kontribusi nyatanya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan. Melalui penyaluran bantuan logistik, dukungan operasional pemadaman, serta perlindungan masyarakat terdampak, Pertagas menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi fasilitas operasional perusahaan.
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, bantuan resmi diserahkan Pertagas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan di Posko 4 Kertapati, Kantor Kecamatan Kertapati, Palembang. Penyerahan dihadiri Camat Kertapati Rifandi Putra, perwakilan BPBD Sumatra Selatan, serta unsur TNI, Polri, dan relawan masyarakat.
Bantuan yang disalurkan mencakup paket extra fooding berupa susu murni, minuman penyegar, air mineral, biskuit, dan mi instan untuk menjaga stamina petugas di lapangan. Selain itu, Pertagas juga menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) meliputi masker KN95, kacamata pelindung, sarung tangan antipotong, serta perlengkapan medis sekali pakai dan cartridge filter sesuai kebutuhan di lapangan.
Tidak hanya berupa bantuan logistik, Pertagas juga turut serta langsung dalam upaya pemadaman di wilayah Cambai dengan mengerahkan Tim Tanggap Darurat serta mobil pemadam kebakaran milik perusahaan. Tim HSE dan Emergency Response Pertagas OSSA berkoordinasi erat dengan BPBD, BNPB, Manggala Agni, dan Satgas Karhutla setempat untuk mempercepat penanganan dan mencegah perluasan kebakaran.
Perhatian juga diarahkan kepada warga yang tinggal di sekitar jalur pipa Pertagas yang terdampak asap karhutla. Masyarakat menerima bantuan extra fooding serta perlindungan diri berupa masker respirator dan kacamata pelindung guna meminimalkan paparan asap.
Perwakilan BPBD Sumatra Selatan, Dwi Zadine, mengapresiasi langkah nyata tersebut. “Dukungan Pertagas sangat krusial untuk menjaga stamina dan keselamatan petugas di lapangan. Pengerahan tim pemadam juga membuktikan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama penanganan karhutla yang efektif,” ujarnya.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Pertagas hadir bukan hanya sebagai penyalur energi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang peduli. Kami akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan, sekaligus memastikan pasokan gas tetap andal bagi masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Sulthani.
Upaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertagas yang berkelanjutan, sejalan dengan peran perusahaan sebagai mitra pembangunan di Indonesia.
(Deni)













