Tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta, yang populasinya diprediksi mencapai 42 juta jiwa pada 2026 (PBB), kini berada di titik kritis terkait inklusivitas ruang publik. Sebagai potret umum kota besar di tanah air, infrastruktur pedestrian seringkali terabaikan di tengah masifnya pembangunan fisik. Temuan di lapangan mengungkap ironi: 90 persen trotoar di pusat-pusat aktivitas justru dikuasai parkir liar dan PKL (Koalisi Pejalan Kaki, 2026). Dampaknya paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, di mana 70 persen fasilitas guiding block tidak lagi berfungsi karena rusak atau tertutup permanen (Pertuni, 2026).
PKL
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
