Depok, haluanpublik.com – Keluarnya instruksi presiden tentang efisiensi anggaran tak membuat Pemkot Depok berhenti bekerja. Di bawah komando Supian-Chandra, Pemkot Depok terus dipacu membenahi berbagai masalah di Kota ini.
“Setelah dilantik setahun yang lalu, Supian-Chandra langsung tancap gas. Banyak persoalan yang berhasil diurai,” ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok Siswanto, menanggapi satu tahun kepemimpinan Supian-Chandra.
Siswanto pun merinci berbagai persoalan yang coba diurai Pemkot Depok. Di antaranya, masalah banjir dan masalah klasik di Kota Depok yakni kemacetan lalu lintas.
Menurut wakil rakyat dari Dapil Depok 6 yang meliputi Kecamatan Cipayung, Sawangan dan Bojongsari ini, diawal pemerintahan Supian-Chandra, Kota Depok kerap dilanda banjir. Pasalnya banyak saluran air yang rusak dan tidak terintergrasi.
“Masih segar dalam ingatan saya, Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra sampai harus turun ke sejumlah titik banjir. Bukan hanya turun, tapi juga langsung mengeluarkan kebijakan sebagai solusinya,” ucap Siswanto.
“Kemudian, mengurai titik kemacetan lalu lintas. Pemkot Depok memperlebar jalan Enggram Sawangan. Meski baru tahap pembebasan lahan, paling tidak ada kiat dari Supian-Chandra untuk mengurai kemacetan di daerah itu,” tambahnya.
Selain masalah infrastruktur, mantan Sekda dan Aktivis 98 itu juga berusaha mengurai masalah di bidang pendidikan. Minimnya daya tampung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Pemkot Depok membuat terobosan menghadirkan Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
“Ide melahirkan program ini (RSSG) cukup brilian. Betapa tidak, masyarakat yang selalu berebut bangku SMP Negeri untuk putra-putrinya, akhirnya merendah dengan program RSSG,” tandas eks asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI ini.
Di bidang sosial, Supian-Chandra juga melakukan pembenahan. Misalnya, menghapus program santunan kematian (sankem). “Mengingat dampaknya tidak signifikan buat masyakarat, so saya setuju program itu dihapus,” tuturnya.
Kemudian di sektor lingkungan. Menurut Siswanto, banyak yang dilakukan Supian-Chandra dalam membenahi masalah lingkungan. Di antaranya, mengaktifkan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda.
“Menurut saya CFD di jalan Margonda sangat positif. Selain mengurangi polusi udara (emisi kendaraan bermotor), CFD juga sebagai ajang sosialisasi dan menjaga kebugaran bagi masyarakat,” tuturnya.
Terakhir, sebagai wakil rakyat, Siswanto memberi apresiasi kepada Supian-Chandra karena telah memperhatikan dan memberikan insentif buat para guru ngaji. Pemberian insentif itu, kata Siswanto, untuk menjaga khasanah proses belajar mengajar mengaji di Kota Depok.
“Cek data di Kemenag. Dari 34 ribu lulusan SD, berapa persen anak-anak di kota Depok yang belum bisa baca Al-Qur’an. Kurang lebih 20 persen. Buat saya ini sungguh miris,” ujarnya.
“Harus diakui, setahun kepemimpinan Supian-Chandra sudah banyak yang diperbuat. Berbagai upaya yang saya sebutkan tadi, mungkin masih ada lagi namun saya tidak bisa mengingatnya,” pungkas Siswanto.(Dn)












