Depok, haluanpublik.com – Catur diharapkan bisa diajarkan ke anak-anak sekolah di Depok, karena catur itu mendidik anak menjadi kreatif dan berfikir inovatif.
Demikian disampaikan oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, yang memberikan kata sambutannya di acara Penataran Wasit Percasi kota Depok yang dihelat di kantor kecamatan Cimanggis-Depok pada hari Sabtu (11/07/2026).
Menurut Chandra, Sumber Daya Manusia (SDM), yang dibutuhkan bangsa kita adalah SDM yang unggul dengan kreasi dan pemikiran yang inovatif.
“Orang yang kreatif dan inovatif ini, bisa dilatih dengan olahraga catur, karena catur itu identik dengan terobosan-terobosan dan inovasi, sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujar Chandra.
Menurutnya, catur mengajarkan kepada kita untuk bisa menyelesaikan problem atau masalah dengan langkah-langkah yang kreatif dan penuh inovasi.
“Bagaimana ketika kita dihadapkan pada masalah, kita bisa menyelesaikannya, dan tidak mati langkah. Kuncinya disitu, kita jangan sampai kita mati langkah,” tegas Chandra.
“Catur identik dengan intelegensia, bahkan dibeberapa negara, orang yang punya intelegensia yang kuat bisa dilihat dari kemampuannya bermain catur. Orang yang jago main catur itu bukan orang yang sembarangan. Dia adalah orang yang cerdas, taktikal, penuh strategi,” urai Chandra.
Lebih jauh, Chandra menyampaikan, olahraga catur ini diharapkannya bisa memperbaiki peradaban dan kemanusiaan.
“Dengan kecerdasan yang meningkat, saya yakin kota Depok akan menjadi jauh lebih baik kedepannya,” ucapnya lagi.
Oleh karenanya, Chandra mengharapkan, olahraga catur ini bisa dimasifkan ke siswa-siswa pelajar di kota Depok.
” Misi utama kita adalah memperkuat peningkatan SDM, dengan membangun kecerdasan, dan olahraga catur bisa menjadi faktor meningkatkan kecerdasan itu, sehingga, kalau catur itu dimasifkan dan menjadi olahraganya anak-anak Depok,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Chandra sangat mengapresiasi keberhasilan atlit-atlit kota Depok yang berhasil menembus target dalam ajang kejurda di Sukabumi bulan Juni lalu yang menempati posisi kedua se-provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Tolong diperhatikan atlit-atlitnya. Bantu mereka yang punya masalah dengan pendidikan dan kesehatannya,” himbau Chandra.
Terkait dengan penataran atau pelatihan wasit yang di inisiasi oleh Pengcab Percasi kota Depok, Eddy Rocha yang menjabat Wakil Sekretaris, menyampaikan bahwa penataran wasit ini merupakan salah satu program Percasi kota Depok yang dimaksudkan untuk peningkatan pengetahuan, pemahaman wasit catur dalam memimpin pertandingan.
“Kami dari Percasi kota Depok menyadari wasit catur di kota Depok masih sedikit, kami mengharapkan klub-klub yang mengirim wakilnya dalam pelatihan ini bisa memimpin pertandingan di turnamen internal klubnya dan turnamen yang ada di kota Depok, tanpa mendatangkan lagi wasit dari luar kota Depok,” terang Eddy “Botol” panggilan akrab pria gemuk ini.
Ia bersyukur, penataran atau pelatihan wasit ini mendapat respon yang sangat baik dari klub atau komunitas catur di kota ini.
” Alhamdulillah, respon pelatihan ini sangat baik, dengan banyaknya klub yang mengirimkan anggotanya, ada belasan peserta, dan itu sudah memadai,” ujar Eddy senang.
Penataran atau pelatihan wasit ini juga disambut gembira oleh Syamsul Azwar, ketua Komunitas Catur Pion 8 (KCP 8) Cilodong-Depok.
“Kegiatan ini sangat baik, karena keberadaan wasit dari klub sangat dibutuhkan di kegiatan klub kita masing-masing. Keberadaan dan peran wasit sangat penting dan strategis, dimana perannya dibutuhkan pada saat pertandingan atau turnamen yang banyak terselenggara di kota Depok,” ujar Azwar yang juga pembina Percasi kota Depok ini.
“Dengan pelatihan ini, kita berharap melahirkan wasit yang berkualitas, dengan pemahaman peraturan catur yang mumpuni baik secara tekhnis dan non tekhnis, sehingga bisa memimpin pertandingan dengan baik,” ujar Azwar yang mengirimkan dua anggotanya demi mengikuti penataran ini.
Menurut Azwar, penataran yang dilakukan oleh Percasi kota Depok ini juga sangat berkualitas, karena dipandu oleh Wasit internasional yang juga berasal dari kota Depok yakni Agus Subandrio SE.MM. IA.
“Dengan pengalamannya yang banyak, dikancah nasional bahkan internasional, tentu materi yang disampaikan sesuai dengan standar peraturan FIDE yang menambah pengetahuan kita dalam memahami peraturan catur,” ucapnya.
Paralel dengan Azwar, dukungan positif dengan kegiatan pelatihan ini juga disuarakan Panji Mulyana, anggota dari Taman Irianjaya Chess Club (TIJ CC) yang menganggap dengan pelatihan yang diikutinya ini, ia bisa memahami peraturan dan sistem pertandingan catur secara komprehensif.
” Saya sangat menyambut positif dengan apa yang dilakukan oleh Percasi kota Depok dengan pelatihan ini, karena menurut saya, wasit adalah komponen yang sangat penting dalam pertandingan catur, karena memberi kelancaran pada event atau pada suatu pertandingan,” ujarnya yang berharap Pengcab Percasi kota Depok juga melaksanakan program pelatihan bagi para pelatih yang ada di klub atau komunitas catur yang ada di kota Depok ini. (Asliatama A.)
