Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Wadah Menjaring Atlet Potensial

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Wadah Menjaring Atlet Potensial

Depok, haluanpublik.com – Sebut saja Tole, siswa kelas tujuh SMP Negeri 30, Depok, tak bisa menutupi kekecewaannya karena tak bisa mewakili sekolahnya di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (Cabor) Catur tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026 yang dihelat di sekolahnya sendiri pada tanggal 21 Mei 2026.

Sumber dari kekecewaannya ini yaitu lantaran kuota peserta masing-masing sekolah di cabor catur, hanya dibatasi oleh dua siswa saja. Satu orang putera dan satu puteri.

Tole tak terpilih. Pihak sekolahnya akhirnya memilih kakak kelasnya untuk mewakili sekolahnya. Padahal ia yakin bisa berkiprah lebih jauh menggapai prestasi di ajang O2SN cabor catur ini.

Tole sempat menanyakan kepada salah satu wasit dari Percasi Depok sebagai eksekutor perhelatan cabor catur. “Pak, memangnya gak bisa ya lebih dari satu orang?,” tanyanya.

Tentu saja pihak pelaksana tak bisa menuruti keinginannya, karena regulasinya memang tahun ini menetapkan kuota dari masing-masing sekolah hanya dua.

Akhirnya, menjelang pertandingan yang dilaksanakan dengan sistem Swiss enam babak bagi putera, dan lima babak untuk kelompok puteri, Tole pulang dengan membawa kekecewaannya.

Berbeda dengan Sekolah Dasar (SD) kepesertaan cabor catur, dimana para pesertanya terlebih dahulu diseleksi di tingkat kecamatan, lalu juaranya dikirim ke ajang tingkat kota, tapi kalau di SMP, para siswa yang bertanding ditunjuk oleh pihak sekolahnya masing-masing untuk tampil di cabor catur yang diikuti oleh 64 siswa dan 30 siswi untuk meraih juara satu sampai tiga.

Untuk masa mendatang, Mondro Yuwono dari Percasi Depok yang juga menjadi wasit anggota, berharap ada penambahan kuota lagi, mengingat antusiasme penghobi catur ditingkat SMP di kota ini sangat besar.

“Cabor catur memang populer di kota Depok. Di hampir 11 kecamatan di kota Depok punya komunitas atau klub catur. Jadi diharapkan untuk tahun mendatang bisa ditambah kepesertaannya untuk tingkat SMP ini,” harap Mondro yang duduk dibidang pembinaan dan prestasi Percasi kota Depok.

Menurutnya, ajang semacam O2SN ini juga menjadi media menjaring atlet yang potensial yang bisa mewakili kota Depok di perhelatan cabor catur tingkat provinsi.

“Kami dari Percasi melalui ajang O2SN ini juga bisa memantau siswa-siswi yang potensial untuk bisa kami bina dan mengembangkan permainan caturnya,” imbuh pria gondrong ini.

Selaras dengan Mondro, Marsono Mpd, Pengawas pendidikan bidang SMP kota Depok juga menyiratkan hal yang sama.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, lewat kebijakan dari Dinas Kependidikan kota Depok yang menyelenggarakan O2SN ini, bisa memberikan motivasi kepada siswa-siswi untuk bisa menunjukan minat dan bakat mereka di bidang olahraga, termasuk catur,” ucap Marsono yang sempat memberikan sambutan dan membuka acara pertandingan cabor catur.

“Tentunya, yang terpenting sekali adalah lewat olahraga catur, daya pikir, kesehatan, dan konsentrasi, para pelajar ini bisa lebih terasah, karena catur itu menyangkut tiga aspek itu,” tambah Marsono.

Walaupun tahun 2026 ini cabor catur hanya sampai ditingkat kota, tidak dipertandingkan sampai provinsi, ia berharap cabor ini dimasa mendatang bisa dipertandingkan.

“Dengan adanya pendamping, pembina dan para pelatih, yang solid, saya optimis cabor ini bisa mencapai hasil yang terbaik di ajang O2SN tingkat provinsi,” ucapnya optimis.

Senada dengan Marsono, Dudih Chaerudin, Pengawas Tingkat SMP Disdik kota Depok, lebih jauh lagi menyatakan kalau perhelatan O2SN ini sangat bagus sebagai ajang tolak-ukur prestasi siswa-siswi dibidang olahraga.

“O2SN merupakan wadah untuk meningkatkan dan pencapaian prestasi siswa-siswi. Percuma latihan kalau tak ada target. Makanya O2SN ini berguna untuk melihat capaian hasil latihan para siswa, termasuk di cabor catur ini”, ucapnya semangat.

Karenanya, dimasa mendatang O2SN menurutnya harus secara rutin digelar setiap tahun. “Kita harapkan melalui ajang O2SN ini, kota Depok bisa mendapatkan bibit-bibit olahraga berprestasi yang bisa mengharumkan nama kota Depok dipentas provinsi atau bahkan Nasional,” pungkasnya.

Adapun hasil lomba cabor catur sbb :

Kategori Putera :

1. Andra Alfarizy Ahmad (SMP 30)
2. Andra Avicenna Langguly (SMPIT Nururahman)
3. M. Derry sauqi (SMP 3)

Untuk kategori Puteri :

1. Naila Aufa Sahla (SMPIT Bina Insan Kamil)
2. Jezjrah Javanesia (SMPN 18)
3. Miyuka Sutikno (SMP Brighton)

(Asliatama A.)

Exit mobile version