Karnaval Budaya Hari Santri Pemalang: Lebih dari Kompetisi, Wadah Persatuan dan Penggerak Ekonomi Warga

Karnaval Budaya Hari Santri Pemalang: Lebih dari Kompetisi, Wadah Persatuan dan Penggerak Ekonomi Warga

Pemalang, haluanpublik.com – Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pemalang mencapai puncaknya dengan digelarnya Karnaval Budaya di Citywalk Pemalang pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang telah vakum selama delapan tahun ini sukses menarik antusiasme ribuan warga dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, serta panitia penyelenggara.

Hasil Penilaian: Dua Kategori, 50 Kontingen

Sebanyak 50 kontingen berkompetisi dalam dua kategori utama. Berikut daftar pemenangnya:

Kategori Umum

– Juara 1: Kontingen Sarung Goyor Wanarejan Utara (Nilai: 876)
– Juara 2: MWCNU Bodeh (Nilai: 760)
– Juara 3: Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang (Nilai: 740)

Kategori Santri

– Juara 1: Pondok Pesantren Al Hikmah Warungpring (Nilai: 825)
– Juara 2: Pondok Pesantren Mislahul Muta’alimin, Karangtengah Warungpring (Nilai: 767)
– Juara 3: Pondok Pesantren Nurul Athfal Ulujami (Nilai: 725)

Penyerahan hadiah utama berupa piala dan satu unit sepeda listrik diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, kepada Kontingen Sarung Goyor Wanarejan Utara. Sementara Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Edy Wibowo, menyerahkan hadiah juara pertama kategori santri kepada Pondok Pesantren Al Hikmah Warungpring.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Ayu Rizki, perwakilan PT Rimatek dalam Kontingen Sarung Goyor Wanarejan Utara, menyebut persiapan selama satu bulan ini membawa dampak positif yang lebih luas.

“Kami tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dan memperluas jejaring pertemanan antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ismail dari PCNU selaku panitia pelaksana menegaskan kegiatan ini membuktikan besarnya potensi yang dimiliki daerah.

“Semoga karnaval ini membawa keberkahan sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Pemalang,” harapnya.

Pemkab Rencanakan Jadikan Agenda Rutin

Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, menilai karnaval ini memiliki makna strategis yang luas bagi pembangunan daerah:

– Penguatan SDM: Mengapresiasi peran santri dan mendorong kepercayaan diri generasi muda pesantren sebagai pilar pembangunan bangsa.
– Sinergitas Lintas Sektor: Mempererat silaturahmi pemerintah dengan lembaga keagamaan dan organisasi Islam dalam semangat guyub rukun.
– Stimulus Ekonomi dan Pariwisata: Berpotensi menjadi daya tarik wisata baru sekaligus mendongkrak kesejahteraan pelaku UMKM setempat.

Menyambut antusiasme yang luar biasa, Pemerintah Kabupaten Pemalang berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin bulanan di masa mendatang.

(Eko B Art)

Exit mobile version