Berita  

Buktikan Ketangguhan, Pertamina EP Rantau Pulih dari Banjir dan Lanjutkan Pengeboran 5 Sumur Baru

Buktikan Ketangguhan, Pertamina EP Rantau Pulih dari Banjir dan Lanjutkan Pengeboran 5 Sumur Baru

Aceh Tamiang, haluanpublik.com – Pertamina EP Rantau Field membuktikan ketangguhan luar biasa. Hanya dalam waktu empat bulan pascabencana banjir besar yang melanda wilayah kerjanya di Aceh Tamiang, produksi minyak dan gas kembali stabil, bahkan dilanjutkan dengan pengeboran lima sumur baru.

Banjir yang melanda akhir November 2025 dengan ketinggian 4–4,5 meter dan endapan lumpur 30–80 sentimeter sempat menghentikan total operasional. Namun, melalui empat fase pemulihan, penanganan darurat, pengaktifan fasilitas, pemulihan menyeluruh, hingga keberlanjutan, produksi kini stabil di angka 1.700 barel per hari, dan sempat menyentuh 2.000 barel per hari pada Mei dan Agustus 2026, lebih tinggi dari sebelum bencana.

Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menjelaskan bahwa pengeboran lima sumur baru tetap dilaksanakan di tengah proses pemulihan. Dua sumur, RNT DZ-51 dan RNT DZ-52, di Desa Tanjung Seumantoh, serta tiga sumur lainnya, RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33, di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

“Ini langkah strategis untuk menemukan cadangan migas baru sekaligus mempertahankan keberlanjutan produksi nasional,” ujar Tomi.

Salah satu inovasi terbesar tim adalah keberhasilan menghidupkan kembali pembangkit listrik tanpa menunggu perbaikan stasiun kompresor utama yang rusak berat. Dengan memanfaatkan fasilitas lain yang dimodifikasi, pasokan gas tetap mengalir, listrik kembali menyala, air bersih berfungsi, dan produksi perlahan naik dari nol.

Keberhasilan pemulihan cepat ini mendapat penghargaan dari SKK Migas pada 8 April 2026. Dukungan personel dari berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya juga menjadi kunci keberhasilan.

“Pertamina ini satu keluarga. Jika satu tertimpa musibah, yang lain datang membantu,” tegas Tomi.

Seluruh kegiatan berjalan dengan berpegang teguh pada prinsip lingkungan, sosial, tata kelola (ESG), serta standar keselamatan kerja yang ketat. Sinergi bersama kontraktor dan dukungan SKK Migas terus diperkuat demi menjaga ketahanan energi nasional.(*)