Seminar Nasional PGRI Pemalang: Apresiasi Guru Inovatif dan Bahas Solusi Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah

Seminar Nasional PGRI Pemalang: Apresiasi Guru Inovatif dan Bahas Solusi Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah

Pemalang, haluanpublik.com – Seminar Nasional Pendidikan bertema “Bersama PGRI: Guru Profesional Berkarakter, Murid Berakhlak Mulia” berlangsung di Gedung PGRI Pemalang, Sabtu (8/11/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, dan menjadi wadah sekaligus penghargaan bagi pendidik berprestasi serta pembahasan strategis penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pemalang.

Lomba Guru Inovatif, Berikut Daftar Pemenangnya

Plt. Bupati Pemalang Nurkholes bersama Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Muhdi menyerahkan hadiah dan apresiasi kepada para pemenang Lomba Guru Inovatif lintas jenjang se-Kabupaten Pemalang:

Jenjang TK/PAUD

– Terbaik I: Riana (TK Gedeg Comal) — Rp700.000
– Terbaik II: Yuyun (TK/PAUD) — Rp600.000
– Terbaik III: Herlin (TK PGRI Watukumpul) — Rp500.000

Jenjang SMP

– Terbaik I: Agistina (SMP PGRI 5 Petarukan) — Rp750.000
– Terbaik II: Anggita (SMP PGRI 9 Pemalang) — Rp650.000
– Terbaik III: Erin Yuniarti (SMP PGRI 8 Taman) — Rp600.000

Jenjang SMA

– Terbaik I: Albina (SMA PGRI 3 Randudongkal) — Rp800.000
– Terbaik II: Melisa (SMA PGRI 1 Taman) — Rp700.000
– Terbaik III: Ani Maftukha (SMA PGRI 3 Randudongkal) — Rp600.000

Jenjang SMK

– Terbaik I: Maulidina (SMK PGRI 2 Comal) — Rp800.000
– Terbaik II: Danuryanto (SMK PGRI 1 Taman) — Rp700.000
– Terbaik III: Ahmad (SMK PGRI 2 Taman) — Rp600.000

Selamat kepada seluruh pemenang! Semoga semakin menginspirasi inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

Kontribusi dan Tantangan Pendidikan di Kabupaten Pemalang

Ketua PGRI YPLP DM Provinsi Jawa Tengah, Mualip, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan, mulai dari penurunan angka ATS, pencegahan perundungan, hingga peningkatan mutu pengajaran.

Secara kelembagaan, YPLP DM PGRI Provinsi Jawa Tengah menaungi 37.157 siswa dan 6.152 guru. Khusus di Kabupaten Pemalang, terdapat 3 TK PGRI, 8 SMP PGRI, serta sejumlah SMK PGRI yang melayani sekitar 6.000 peserta didik dan 387 pendidik.

Namun, tantangan yang dihadapi belumlah ringan. Tercatat sekitar 8.000 anak di Kabupaten Pemalang masuk kategori Anak Tidak Sekolah, baik yang putus sekolah maupun tidak melanjutkan jenjang SMP dan SMA.

“Permasalahan ini berkorelasi erat dengan kondisi sosial-ekonomi, di mana kemiskinan daerah berada di peringkat 34. Mayoritas ATS berasal dari kawasan pesisir, di mana anak-anak usia sekolah terpaksa bekerja membantu perekonomian keluarga,” ungkap Mualip.

Sinergi PGRI dan Pemkab Pemalang: Kembalikan Anak ke Sekolah

Menyikapi hal tersebut, Plt. Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor.

“Kami berharap PGRI dapat merumuskan pola dan sistem strategis untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal, demi menjamin masa depan mereka,” ujar Nurkholes.

Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber utama: Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, dan psikolog Universitas Islam Negeri Surakarta, Vera Imanti. Peserta berkomitmen menjadikan momen ini sebagai langkah awal solusi nyata bagi pembenahan kualitas pendidikan di Kabupaten Pemalang.

(Eko B Art)