Pemalang, haluanpublik.com – Kegiatan Dewan Mengajar di SMAN Negeri 2 Pemalang, Kamis (5/11/2026), menegaskan komitmen bersama membangun lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari intoleransi. Penguatan nilai spiritual sekaligus perhatian terhadap siswa kurang mampu menjadi dua fokus utama dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Sekolah Harus Bebas dari Intoleransi dan Saling Menghormati
H. Abdul Hamid, S.Pd.I., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E, dalam paparannya menekankan bahwa keberagaman latar belakang dan kepercayaan siswa adalah kekayaan yang harus dijaga, bukan dijadikan sumber perpecahan.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, itu adalah hak setiap peserta didik. Kita tekankan pencegahan sikap intoleransi antarumat beragama, sehingga tidak ada lagi siswa yang saling mengejek atau merasa terpinggirkan,” ujar Abdul Hamid.
Para pendidik juga diharapkan menjadi teladan dengan mendidik seluruh siswa secara inklusif, tanpa membeda-bedakan latar belakang, dengan pendekatan kekeluargaan yang hangat.
Empat Pilar Utama Sekolah yang Sejahtera
Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Lebdo Wiharso, S.H., menjelaskan bahwa terciptanya lingkungan sekolah yang positif tidak bisa dipisah-pisahkan, melainkan harus mencakup empat pilar sekaligus:
– Spiritual — Semua bebas beribadah dan menjalankan keyakinan dengan rasa saling menghormati
– Fisik — Ruang, fasilitas, kebersihan, dan keamanan yang nyaman dan dapat diakses semua murid
– Psikologis & Sosial — Setiap anak merasa diterima, didengar, dihargai, dan memiliki dukungan
– Digital — Berinteraksi secara etis, menjaga keamanan data pribadi, dan terlindung dari ancaman siber
“Intinya sederhana: Aman di sekolah, aman secara fisik, emosi, sosial, spiritual, dan digital,” tegas Lebdo.
Bantuan Siswa Kurang Mampu: Dukung Semangat Belajar Tanpa Beban
Kegiatan ini juga sekaligus menyalurkan bantuan bagi siswa kurang mampu. Salah satu orang tua penerima manfaat, Yudi Setiawan, ayah dari Kanaya Setiawan Nuris, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, sangat terbantu untuk kebutuhan sekolah anak saya. Terima kasih kepada SMAN 2 Pemalang yang tidak melupakan siswa yang membutuhkan,” ucapnya tulus.
Kepala SMAN 2 Pemalang, Sanyoto, menutup kegiatan dengan harapan agar sinergi antara penguatan karakter, keharmonisan keagamaan, dan kepedulian sosial terus dijaga. “Semoga sekolah ini senantiasa menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang setiap murid dengan penuh kehangatan,” pungkasnya.
(Eko B. Art)













