Pemalang, haluanpublik.com – Program Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda, yang dikenal sebagai Program Zilenial, resmi diluncurkan di Desa Belik dan Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Program ini dirancang agar masyarakat, khususnya para pemuda, tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan mitra sekaligus penggerak utama ekonomi desa secara berkelanjutan.
Peluncuran berlangsung secara hibrida, luring dan daring, dari Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (19/08/2026). Kegiatan dihadiri Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemalang, Tutuko Raharjo, mewakili Plt. Bupati Pemalang, jajaran Forkopimcam, serta Camat Belik.
Sasaran: Mayoritas Pemuda Masuk Kelompok Desil 1–4
Tutuko Raharjo memaparkan data kondisi sosial-ekonomi kedua desa yang menjadi dasar pelaksanaan program:
– Desa Mendelem: Dari ~19.000 jiwa penduduk, 66% (12.431 jiwa) berada di Desil 1–4. Dari 4.533 pemuda, 65% (sekitar 2.900 orang) masuk kelompok yang sama.
– Desa Belik: Dari ~15.800 jiwa, 65% (10.400 jiwa) berada di Desil 1–4. Dari hampir 4.000 pemuda, 75% (2.556 orang) masuk kelompok sasaran.
Program diikuti sekitar 200 peserta secara luring maupun daring, dengan alokasi anggaran Rp3,3 miliar bersumber dari APBN, APBD, Baznas, Dana Alokasi Khusus, dan sumber lainnya. Pemkab Pemalang menegaskan akan mengawal penyaluran bantuan seperti KUBE dan UEP agar tepat sasaran dan berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Bantuan Tak Hanya Konsumtif, Tapi Berdaya Saing
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menjelaskan intervensi yang diberikan mencakup pelatihan kapasitas, jaminan sosial, BLT, jaminan kesehatan, rehabilitasi RTLH, jamban sehat, listrik murah, hingga dukungan usaha produktif.
Khusus melalui Program Zilenial, para pemuda dibekali pelatihan, pengembangan keterampilan, hingga pendampingan pemasaran produk. Pendekatan bertahap, asesmen, pelatihan, pendampingan, pengembangan usaha, dirancang agar bantuan tidak berhenti di tahap konsumtif, melainkan tumbuh menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dorong Olahan Nanas Bernilai Tambah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti potensi komoditas nanas di Kecamatan Belik. Ia mendorong masyarakat tidak hanya menjual nanas segar, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi. Pendampingan pengolahan nanas bersama Baznas diminta dikawal kembali, sementara pemda diinstruksikan menjaga kelancaran infrastruktur dan akses jalan wilayah sasaran.
Program ini menyasar kelompok Desil 1–4 guna mendukung penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah yang kini 9,21% (turun dari 9,48%).
“Melalui program ini, kami ingin bantuan sosial tidak berhenti di situ, tetapi menumbuhkan kemandirian melalui penguatan keterampilan dan akses pasar,” ujar Taj Yasin.
Peluncuran ini menandai dimulainya sinergi Pemprov Jateng, Pemkab Pemalang, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan pemuda. Pemkab Pemalang berkomitmen terus mengawal seluruh tahapan pelaksanaan demi tercapainya masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
(Eko B Art)
