Berita  

Pembawaan Tunas Kelapa: Menanam Budi Pekerti Luhur dan Nilai Pancasila pada Generasi Muda

Pembawaan Tunas Kelapa: Menanam Budi Pekerti Luhur dan Nilai Pancasila pada Generasi Muda

Pemalang, haluanpublik.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Gerakan Pramuka tingkat Jawa Tengah bukan sekadar perayaan seremonial. Momentum ini dijadikan wahana pendidikan karakter yang mendalam, menanamkan nilai luhur kepramukaan sekaligus mengokohkan dasar kebangsaan.

Puncak peringatan akan berpusat di Kabupaten Banyumas, menyusul rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) yang melintasi sejumlah daerah, termasuk Purbalingga dan Pemalang. Sebagai tradisi tiga tahunan khas Kwarda Jawa Tengah, ETK dirancang bukan sekadar perpindahan benda, melainkan penguatan persaudaraan, gotong royong, dan kesadaran berbangsa pada generasi muda.

Melalui prosesi pembawaan tunas kelapa, para peserta dilatih untuk menghayati dan mengamalkan watak berbudi pekerti luhur yang berlandaskan Pancasila. Pembelajaran sosial dan partisipasi publik menjadi nyata di setiap langkah perjalanan estafet ini.

Ketua Kwarcab Pemalang, Sukarso, menyoroti antusiasme warga yang tumbuh secara sukarela tanpa instruksi formal. Hal ini membuktikan kedudukan Gerakan Pramuka yang kuat dan diterima di tengah masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Eni, warga Gombong sekaligus alumni pembawa ETK, yang dengan sukarela menyediakan logistik bagi petugas lapangan, lahir dari empati dan pengalaman pribadi yang mendalam.

Secara teknis, perjalanan ETK di wilayah Pemalang berlangsung Selasa (8/9/2026). Tunas kelapa diterima di perbatasan Tegal–Pemalang, tepatnya di Jembatan Kalirambut yang menghubungkan Kecamatan Jatinegara dan Warungpring. Dari sana, diserahkan secara berjenjang antar-kecamatan hingga tiba di perbatasan Pemalang–Purbalingga, lalu diteruskan menuju Banyumas sebagai pusat kegiatan.

(Eko B Art)

Exit mobile version