Pemalang, haluanpublik.com – SMP Satu atap pabuaran kecamatan Bantarbolang mengintegrasikan pembelajaran dengan potensi lingkungan sekitar melalui kegiatan pemanfaatan limbah pertanian. Para siswa diajak mengolah limbah tongkol (janggel) jagung menjadi media budidaya jamur yang bernilai ekonomis, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Wilayah Pabuaran dan sekitarnya dikenal sebagai lumbung pertanian jagung. Selama ini, tongkol jagung kerap hanya dibuang atau dibakar. Melalui program pembelajaran berbasis proyek ini, limbah tersebut kini diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Proses pembuatannya pun sederhana dan memanfaatkan bahan yang mudah dijumpai di lingkungan pedesaan, tongkol jagung yang telah dicacah, dicampur dengan ragi, bekatul, serta sedikit pupuk urea untuk mendukung pertumbuhan miselium jamur sebelum dikemas dan disterilisasi.
Kepala SMP Negeri Satu Atap Bantarbolang, Budiman, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini.
“Pembelajaran kontekstual seperti ini penting agar siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga peka terhadap potensi dan masalah di sekitar mereka. Limbah yang selama ini terbuang, kini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna,” ujar Budiman, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan sains terapan, biologi dan pertanian secara langsung, tetapi juga melatih kerja sama tim, kedisiplinan, serta kreativitas siswa dalam melihat nilai dari apa yang ada di lingkungannya.
Budiman berharap program ini terus berlanjut dan berkembang. Bahkan, ke depannya hasil budidaya jamur ini dapat dikelola langsung oleh sekolah sebagai praktik kewirausahaan siswa yang nyata.
(Eko B Art)
