TSIPT (Teknologi Sistem Informasi Perikanan Tangkap) sebagai Upaya Memajukan Usaha Penangkapan Ikan Masyarakat Nelayan Sugihwaras

Pemalang, haluanpublik.com – Teknologi sistem informasi perikanan tangkap merupakan pengaplikasian inovasi yang penggunaannya mengacu pada pengelolaan teknologi informasi dan sistem informasi dalam pemantauan kegiatan perikanan tangkap.
Melibatkan penggunaan perangkat komputer untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait dengan sektor perikanan tangkap.

Bagus Aji selaku mahasiswa perikanan tangkap Undip melakukan program kerja monodisiplin pada masyarakat nelayan Sugihwaras, dalam kegiatan yang dirinya menyampaikan bahwa “Pemanfaatan teknologi sistem informasi perikanan tangkap membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan”.
Keberadaan teknologi sistem informasi sangat berkembang pesat yang dapat diterapkan nelayan untuk lebih memajukan usaha penangkapan ikan yang dilakukan.

Teknologi informasi yang maju dapat digunakan nelayan sebagai sarana untuk menangkap, mengolah, menyimpan, dan komunikasi informasi berbasis digital yang meliputi jaringan (network), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) pada komputer” ujar Bagus Aji selaku mahasiswa perikanan tangkap saat melakukan program kerja monodisiplin pada masyarakat nelayan Sugihwaras, Sabtu (12/08/2023).

Aplikasi teknologi sistem informasi perikanan tangkap berbasis android yang dikenalkan kepada masyarakat nelayan Sugihwaras meliputi, e-SLO (Surat Laik Operasi), e-LOGBOOK, Laut Nusantara, Fishing Point, dan PIPP (Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan). Pelaksanaan kegiatan “Pengenalan Teknologi Sistem Informasi Perikanan Tangkap” dihadiri oleh sebanyak 25 nelayan dari paguyuban nelayan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) cabang Pemalang.

Dalam kegiatan tersebut, pengenalan aplikasi perikanan tangkap berbasis android lebih ditekankan pada Laut Nusantara dan Fishing Point. Laut Nusantara merupakan aplikasi berbasis android yang berfungsi sebagai penggerak budaya nelayan dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” melalui pemanfaatan teknologi sistem informasi. Beberapa fitur yang terdapat pada aplikasi tersebut antara lain yaitu nelayan dapat mengetahui daerah penangkapan ikan, ketinggian gelombang, prakiraan cuaca, laporan hasil tangkapan, harga ikan ter-update dan perkiraan jumlah BBM solar yang digunakan selama operasi penangkapan ikan.

Bagus Aji juga menambahkan penjelasan terkait aplikasi android Fishing Point. Adapun Fishing Point juga termasuk teknologi informasi yang memiliki peta interaktif yang dapat digunakan nelayan untuk mengetahui titik koordinat kapal karena didukung oleh teknologi GPS yang dapat memastikan posisi kapal dengan benar. Aplikasi Fishing Point juga memiliki fitur-fitur penting seperti dapat menentukan posisi kapal perikanan, prakiraan cuaca, ketinggian gelombang, pasang surut air laut, dan fitur prakiraan terbit dan terbenam (matahari dan bulan), pungkas Bagus Aji.

BACA JUGA :   Dukung Festival Ciliwung, Gerbang Biru Ciliwung Pertamina Untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

“Nelayan mini purse seine, arad, payang, dan bubu di sekitar TPI Tanjungsari masih menggunakan cara tradisional untuk melakukan penangkapan ikan. Mayoritas dari nelayan masih mengandalkan tradisi turun temurun, informasi dari nelayan yang telah pulang melaut, dan keadaan sekitar perairan seperti memantau kawanan burung untuk menentukan daerah penangkapan” ujar Pak Ismail selaku perwakilan pihak HNSI.

Hal tersebut karena sebagian besar nelayan di Sugihwaras melakukan operasi penangkapan dengan trip pendek (one day fishing) dimana nelayan akan berangkat melaut pada pagi hari menjelang subuh dan pulang pada siang harinya. Namun ada juga nelayan yang pergi melaut pada malam hari dan pulang pada keesokan harinya, kata Ismail.

“Adanya kegiatan tersebut sangat diperlukan bagi nelayan-nelayan tradisional di kawasan Sugihwaras, tetapi juga dapat disertakan cara pelatihan dan penggunaan aplikasi android tersebut kepada nelayan secara intensif” ujar Dr. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing KKNT Sugihwaras.

“Ide dan gagasan kegiatan pengenalan teknologi sistem informasi perikanan tangkap kepada nelayan sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi sehingga dapat meningkatkan pendapatan” imbuh drh. Siti Susanti, Ph.D.

Dapat disimpulkan, teknologi sistem informasi perikanan tangkap merupakan inovasi yang perlu dikembangkan kepada masyarakat nelayan khususnya nelayan di Sugihwaras. Hal tersebut bertujuan untuk membantu nelayan dalam melakukan usaha penangkapan ikan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan perekonomian masyarakat nelayan, pungkas kedua Dosen Pembimbing Dr. Fahmi Arifan, S.T.., M.Eng dan drh. Siti Susanti, Ph.D. dalam kunjungan konfirmasi KKN di Sugih Waras. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *