Partisipasi Posyandu Remaja melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Pencerdasan Kesehatan Reproduksi pada Remaja di Kelurahan Sugihwaras

Pemalang, haluanpublik.com – Remaja merupakan fase peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosial.
Usia remaja dimulai pada usia 10 -13 tahun dan berakhir pada usia 18 – 22 tahun.
Pada usia ini, seringkali muncul berbagai permasalahan terkait perubahan fisik, pola perilaku, penyesuaian dengan lawan jenis, dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, pengaruh informasi global khususnya dari media sosial yang semakin mudah diakses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan buruk seperti merokok, bullying, dan pergaulan bebas. Oleh karena itu, pemerintah menggalakan program Posyandu Remaja (Posrem) sebagai sarana pendampingan dan pembinaan remaja khususnya dalam hal kesehatan.

Di Kelurahan Sugihwaras kabupaten Pemalang masalah yang banyak terjadi pada remaja adalah terkait kenakalan remaja seperti seks bebas. Data dari Puskesmas Mulyoharjo selaku Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk Kelurahan Sugihwaras, setiap bulannya ada satu kasus hamil di luar nikah yang dilaporkan. Selain itu, kegiatan posyandu remaja di Kelurahan Sugihwaras masih belum banyak dikenal mengingat program ini merupakan program baru.

Melihat kondisi ini, TIM KKN Tematik Universitas Diponegoro di Kelurahan Sugihwaras melakukan penggerakan partisipasi posyandu remaja melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pencerdasan kesehatan reproduksi serta pencegahan bullying. Program kerja ini merupakan program kerjasama dengan Puskesmas Mulyoharjo dengan partisipasi dari remaja di Kelurahan Sugihwaras. Pada kesempatan ini, mahasiswa KKN Tematik Undip memperkenalkan program posyandu remaja kepada remaja di Kelurahan Sugihwaras khususnya remaja dari program ATS dan siswa SDN 01 Tanjungsari serta mengisi materi tentang kesehatan reproduksi dan bullying. Materi kesehatan reproduksi disampaikan oleh Nurma Sania Fakhira, mahasiswi Prodi Kedokteran Universitas Diponegoro, Sabtu (19/08/2023).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja di Kelurahan Sugihwaras untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di posyandu remaja serta memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi yang baik dan benar di usia mereka ini.” Ucap Nurma Sania Fakhira.

Program kerja ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Sugihwaras dengan beberapa kegiatan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sebagai skrining masalah kesehatan pada remaja. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, Ishihara, konjungtiva, tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), dan status reproduksi. Temuan masalah kesehatan terbanyak adalah konjungtiva anemis yang mengarah pada kondisi anemia. Kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi. Pada pemaparan ini, dijelaskan tentang tanda pubertas, sanitasi organ reproduksi, serta bahaya seks pranikah, pungkas Nurma Sania Fakhira.

BACA JUGA :   Ketua DPRD Kabupaten Bogor dapat Golden Award dari IWO Indonesia Kategori Pejabat Pemerintahan

Dalam Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu remaja ini memang program yang masih cukup baru jadi partisipasinya masih kurang. Dengan adanya kegiatan ini dimana adanya penggerakan posyandu remaja ke remaja-remaja di sekitar sini, semoga untuk posrem selanjutnya, partisipasi remaja bisa meningkat dan memang kesehatan reproduksi itu topik yang penting untuk remaja di Sugihwaras” demikian keterangan dari Bidan Kiki selaku PJ Posyandu Remaja di Kelurahan Sugihwaras.

Dr. Fahmi Arifan, ST, M.Eng selaku dosen pembimbing juga menyampaikan “Kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan kesadaran remaja yang sedang dalam fase belajar dan berkembang. Penyampaian materi yang disampaikan juga sejalan dengan kondisi yang ada di Sugihwaras. Dengan adanya kegiatan ini, remaja-remaja di Kelurahan Sugihwaras yang nantinya akan jadi penerus bisa paham betul bahwa seluruh aspek yang menyangkut kesehatan diri itu penting baik kesehatan fisik maupun mental. Remaja yang sehat juga berpengaruh pada produktivitas dalam belajar maupun beraktivitas.”

Selain itu, tanggapan positif juga datang dari drh. Siti Susanti, Ph.D. “Remaja memang perlu untuk mengetahui bagaimana kondisinya saat ini melalui kunjungannya ke posyandu remaja. Kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk menambah partisipasi dan pengetahuan para remaja di Kawasan Sugihwaras. Selain itu juga dengan adanya kolaborasi dengan Posbindu dari puskesmas bisa menjadi tempat belajar bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat saat bekerja.” pungkas Siti Susanti. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *