Mencurigakan, Gegana Brimob Sumsel Amankan Sebuah Tas di Halaman PT PLN UIP Sumbagsel

HALUAN PUBLIK, Palembang (Sumatera Selatan) – PT. PLN (Persero) UIP (Unit Induk Pembangunan) Sumbagsel, bekerja sama dengan personel Korps Brimob Polda Sumsel menggelar kegiatan simulasi tanggap darurat, huru-hara dan teror bom untuk melatih karyawan serta Satuan Pengamanan PLN dalam upaya penanganan kondisi darurat dan gangguan keamanan. Jalan Residen Abdul Rozak, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang. Jumat (25/11/2022).

Simulasi tersebut diawali dengan terjadinya unjuk rasa dari warga di depan gerbang kantor PT. PLN (Persero) UIP Sumbagsel yang menuntut ganti rugi pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek pembangunan PT. PLN, dan kegiatan itu dapat diredam oleh pihak keamanan dan personel Bhabinkamtibmas.

Setelah berhasil membubarkan pengunjuk rasa, kemudian terdengar suara tembakan dari dalam Gedung PT. PLN dan didapatkan informasi bahwa ada salah satu karyawan yang disandera oleh para pelaku teror.

Mengetahui informasi tersebut, Unit Wanteror, Unit Jibom serta Unit KBR Detasemen Gegana Korps Brimob Polda Sumsel langsung bergerak ke TKP. Setelah berkoordinasi dengan satuan kewilayahan para personel Wanteror langsung melakukan penindakan terhadap para pelaku dan berhasil menyelamatkan sandera.

Tidak sampai disitu, karyawan PT. PLN (Persero) UIP (Unit Induk Pembangunan) Sumbagsel kembali dikejutkan dengan adanya penemuan sebuah tas mencurigakan yang diduga Bom di halaman kantor.

Unit Jibom Detasemen Gegana Korps Brimob Polda Sumsel langsung diterjunkan untuk memeriksa serta menjinakkan benda yang dicurugai Bom tersebut.

General Manager PT. PLN (Persero) UIP Sumbagsel, Muhammad Dahlan Djamaluddin mengatakan pelatihan ini penting bagi PLN sebagai badan usaha negara yang wajib mengamankan aset-aset negara.

“Terima kasih kepada bapak-bapak dari Korps Brimob Polda Sumsel yang telah menyempatkan waktunya untuk dapat melatih kami karyawan PT. PLN (Persero) UIP (Unit Induk Pembangunan).

Sumbagsel, sehingga kami dapat menguji, mengevaluasi dan memahami kondisi darurat dan gangguan, sehingga PLN mampu melakukan mitigasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi terburuk,” katanya. (Ardhie – Div Humas Brimob Polda Sumsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *