Mahasiswa KKN Tematik Undip Berikan Edukasi Masyarakat Desa Banjarmulya Untuk Cegah Stunting Dengan Isi Piringku

Pemalang, haluanpublik.com – Desa Banjarmulya, Pemalang. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro berinisiatif memberikan edukasi tentang “Isi Piringku” untuk membantu mengurangi dan mencegah masalah kesehatan stunting di Desa Banajarmulya, Pemalang. Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pengetahuan orang tentang pentingnya untuk memenuhi gizi seimbang anak, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan anak.
Pada tahun 2023 ini Desa Banjarmulya termasuk ke dalam 10 desa dengan permasalahan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Pemalang. Di bawah bimbingan Dr. Ir Fahmi Arifan, S.T., M.Eng dan Dr. Heni Rizqiati, S.Pt., M.Si.

Dalam keterangannya Aisyah Hannan Abdullah mahasiswa Teknologi Pangan selaku mahasiswa KKN Tematik di Desa Banjarmulya mengadakan edukasi kepada ibu-ibu khususnya ibu-ibu yang memiliki anak di bawah 5 tahun tentang isi piringku untuk mencegah dan mengurangi masalah stunting. Selain memberikan edukasi para mahasiswa KKN Tematik Undip juga mempraktekkan pembuatan makanan bergizi sekaligus memberikan makanan bergizi kepada masyarakat Desa Banjarmulya, ujar Aisyah Hannan Abdullah, Selasa (22/08/2023).

Lebih lanjut Aisyah Hannan mnjelaskan bahwa “Stunting sendiri merupakan permasalahan kesehatan yang menyebabkan anak berusia di bawah 5 tahun mengalami gagal tumbuh”. Hal ini disebabkan karena kurangan asupan makanan bergizi pada anak. Seorang anak yang mengalami stunting ditandai dengan adanya gangguan tumbuh kembang pada anak berupa tinggi badan anak yang lebih pendek atau rendah dari standar usianya.

Isi piringku meruapakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai gizi seimbang pada anak. Secara umum isi piringku menjelaskan tentang porsi makanan yang dikonsumsi dalam satu piring, yang terdiri dari buah, sayur, karbohidrat, dan protein. Isi piringku memiliki konsep bahawa dalam satu piring makanan terdiri dari 50% buah dan sayur, dan 50% lainnya terdiri dari protein dan karbohidrat, pungkas Aisyah Hannan Abdullah.

BACA JUGA :   Dukung Festival Ciliwung, Gerbang Biru Ciliwung Pertamina Untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Dalam konfirmasi kunjungan kepada tim KKN, Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng mengatakkan bahwa, “Edukasi tentang isi piringku perlu dilakukan agar masyarakat di Desa Banajarmulya dapat menerapkan konsep isi piringku sehingga anak mengonsumsi gizi seimbang dan dapat membantu mencegah maupun mengurangi angka stunting. Terlebih di Desa Banjarmulya terdapat banyak komoditas peternakan dan pertanian yang dapat diolah menjadi makanan bergizi.” jelas Fahmi Arifan.

Ketika kegiatan kita juga menangkap pesan penting dari Pemdes setempat dan masyarakat sekitar berharap dengan diadakan edukasi tentang isi piringku dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari guna mengurangi dan mencegah angka stunting di Desa Banjarmulya. Mereka juga berharap semoga para orang tua lebih peduli lagi terhadap masalah stunting dan pemenuhan gizi pada ana, pungkas Fahmi Arifan.
(Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *