Keren! Mahasiswa Undip Manfaatkan Limbah Kulit Jeruk dan Pisang sebagai Cairan Spray Pembersih

Pemalang, haluanpublik.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diadakan Mahasiswa KKN Tematik Undip di Desa Bojongnangka memberikan solusi atas permasalahan sampah dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat. Kegiatan yang bertemakan “Optimalisasi Sampah di Desa Bojongnangka sebagai Upaya Utilisasi Sampah Berkelanjutan” ini berlangsung selama 42 hari terhitung dari tanggal 1 Juli hingga 11 Agustus 2023.

Permasalahan sampah biasanya tidak jauh dengan soal penumpukan sampah. Penumpukan sampah dapat terjadi di TPS Desa Bojongnangka diakibatkan penutupan TPA. Penumpukan sampah dapat diatasi dengan adanya penggencaran upaya pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat, hal tersebut disampaikan Ady Muhamad Harits Mahasiswa Undip Jurusan Bioteknologi S-1, Selasa (15/08/2023).

Ady Muhamad Harits kembali menambahkan keterabgannta, bahwa melihat kondisi tersebut memunculkan ide Mahasiswa Undip untuk mengenalkan produk inovatif yang memanfaatkan kulit jeruk dan pisang kepada masyarakat.
Cairan spray pembersih merupakan produk yang sudah tidak asing bagi masyarakat. Produk ini dinamakan Jeruk-Pisang Spray (JP-Spray). Cairan pembersih ini dapat membantu membersihkan permukaan benda antara lain permukaan lantai, kaca, gagang pintu, gagang pagar, dan lain-lain. Adapun bahan dasar dalam pembuatan cairan pembersih ini adalah cuka dapur, terang Ady Muhamad Harits.

Limbah kulit buah seperti kulit pisang dan kulit jeruk kaya akan senyawa yang bermanfaat. Kulit pisang mengandung senyawa fenol, antrakinon, dan flavonoid yang dikenal memiliki kemampuan antibakteri. Kulit jeruk sendiri mengandung minyak esensial yang dapat mengharumkan cairan. Cuka atau asam asetat glasial yang bersifat asam sehingga bisa membunuh bakteri sekaligus menghilangkan noda, pungkas Ady Muhamad Harits.

Dalam kesempatan tersebut Wahmu, SE selaku kepala Desa Bojongnangka juga menyampaikan “Partisipasi masyarakat dalam pengolahan limbah secara mandiri dari rumah masing-masing memegang peran besar dalam rangka mengurangi penumpukan sampah di TPS”.
Limbah kulit buah seperti kulit jeruk dan kulit pisang umumnya sudah tidak dimanfaatkan kembali dan dibuang begitu saja, padahal limbah ini memiliki potensi untuk diolah menjadi produk dengan nilai yang tinggi, pungkas Wahmu.

BACA JUGA :   Ketua DPRD Kabupaten Bogor dapat Golden Award dari IWO Indonesia Kategori Pejabat Pemerintahan

Dalam kunjungan dan konfirmasi kegiatan dilapangan Dr. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng selaku dosen pembimbing KKN menerangkan bahwa “Pembuatan cairan spray pembersih ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat serta cara pengemasannya juga praktis. Semoga ketertarikan masyarakat untuk membuat produk ini tinggi”.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan metode door to door atau mendatangi langsung rumah warga, jelas Fahmi Arifan.

Selesainya kegiatan ini bagi Dr. dr. Siti Fatimah Pradigdo, M.Kes selaku dosen pembimbing lapangan berharap agar masyarakat memahami akan pentingnya kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat untuk dapat terampil dalam membuat cairan pembersih dengan memanfaatkan limbah pungkas Siti Fatimah Pradigdo. (Eko B Art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *